Tugas Guru Berat Tapi Hebat
Guru adalah sosok yang
membimbing, menginspirasi, dan memberi pengetahuan kepada murid-muridnya.
Mereka tidak hanya mengajar materi pelajaran, tetapi juga membangun karakter,
membimbing dalam pengembangan diri, dan menjadi teladan bagi generasi
mendatang.
Guru, sebagai garda
terdepan dalam pendidikan, telah mengalami transformasi besar dalam perannya
dari zaman dulu hingga sekarang. Perbedaan signifikan dalam tugas dan tanggung
jawab mereka tercermin dalam konteks zaman di mana mereka bekerja.
Guru adalah manusia biasa
yang diberi tugas dan tanggung jawab karena kelebihan ilmunya. Dulu, guru
diberi gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Sekarang, guru diberi berbagai tanda
jasa, seperti gelar "Gr." di belakang namanya dan tunjangan sertifikasi
sebagai kompensasi dari mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru). Setelah mengikuti pelatihan untuk calon
guru penggerak, seorang guru akan diberi gelar guru penggerak dan ditugaskan
untuk mengajar guru lainnya agar mereka dapat masuk ke program merdeka
mengajar. Setiap kegiatan yang dilakukan oleh guru penggerak, seperti latihan
atau pelatihan, harus diunggah di media sosial seperti Facebook dan YouTube,
sehingga mereka secara tidak langsung sekarang berprofesi ganda sebagai guru
dan YouTuber. Bila memenuhi kriteria YouTube, alamat mendapat cuan tambahan.
Tugas guru sangat mulia,
karena berkat jasa guru orang yang tadinya tidak bisa membaca menjadi bisa
membaca, orang yang tadinya tidak bisa berhitung menjadi bisa berhitung dan
orang yang tadinya tidak bisa menulis menjadi bisa menulis.
Sebagaimana disebutkan pada
pembukaan tulisan ini, tugas guru adalah sebagai berikut :
1.
Membantu merubah nasib siswa
Tugas guru memang hebat,
karena dengan melaksanakan tugas guru dengan baik (sesuai dengan kode etik
guru) guru dapat membantu siswa meraih dan sekaligus merubah nasib siswanya.
Merubah nasib adalah
tanggung jawab yang melekat pada diri masing-masing individu. Setiap orang
memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan
untuk mencapai tujuan dan meraih kesuksesan dalam hidupnya. Hal ini dijelaskan
Allah di dalam kitab Al Qur’an Surat Ar Ra’du ayat 11 yang berbunyi
اِنَّ
اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ
Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.
Di sinilah peran penting
guru yaitu sebagai jembatan siswa untuk meraih dan merubah nasib yang lebih
baik. Dengan mendidik dan mengajar siswa, guru menjalankan salah satu tugas
penting dalam membantu siswa merubah nasibnya. Melalui proses pendidikan, guru
bukan hanya menyampaikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membimbing
siswa dalam mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Guru memberikan
dorongan, inspirasi, dan dukungan yang diperlukan agar siswa dapat mengenali
dan memanfaatkan peluang yang ada di depan mereka.
Dengan memberikan
pendidikan yang berkualitas dan mendukung, guru membuka pintu bagi siswa untuk
meraih peluang yang lebih luas di masa depan. Mereka memberikan fondasi yang
kokoh bagi perkembangan pribadi dan profesional siswa, membentuk karakter yang
baik (akhlaq mahmudah yaitu jujur, disiplin, tepat waktu, berkeadilan),
membantu mereka memperoleh kemandirian dan kepercayaan diri yang diperlukan
untuk merubah nasib mereka menuju masa depan yang lebih cerah.
2.
Membangun karakter yang baik
Tugas membentuk karakter yang baik adalah manifestasi dari tugas kerasulan Muhammad SAW. dimana beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak umatnya. Di dalam sebuah hadits hadits yang diriwayatkan Bukhari, Baihaqi, dan Hakim, Rasulullah SAW bersabda :
إِنَّمَا
بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَکَارِمَ الْأَخْلَاق
Artinya : Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak
Di zaman sekarang,
membangun karakter bisa jadi sulit karena kita dihadapkan pada banyak tantangan
seperti pengaruh media sosial, tekanan dari lingkungan sekitar, dan
ketidakpastian dalam perkembangan teknologi.
Ini adalah tantangan bagi
guru di era digital, guru harus pandai beradaptasi dengan teknologi supaya guru
bisa memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran. Melihat kecenderungan
anak untuk gemar bermain game maka bila guru menguasai teknologi, guru bisa
menciptakan game edukatif yang berisi tentang penanaman karakter, sehingga
secara tidak langsung dengan bermain game siswa pun akan belajar tentang
karakter.
Apakah akan berhasil
membangun karakter hanya dalam waktu 6 tahun atau 3 tahun di tingkat SMP, kita
harus mendidik siswa yang asalnya berkarakter kurang baik menjadi siswa yang
berkarakter baik (jujur, adil, amanah, disiplin), sementara Rasulullah SAW membimbing
dan mendidik umatnya agar berakhlak yang baik selama kurang lebih 22 tahun. Ya
berusahalah soal hasil serahkan kepada Allah, bekerja dulu jangan langsung
tawakal.
3.
Sebagai model atau contoh
Selain itu, guru juga
berperan sebagai model teladan bagi siswa, memperlihatkan nilai-nilai positif
seperti kerja keras, ketekunan, dan integritas yang diperlukan untuk meraih
kesuksesan. Mereka tidak hanya membantu siswa untuk menguasai materi pelajaran,
tetapi juga mengajarkan keterampilan hidup yang penting seperti kemampuan
berpikir kritis, kreativitas, dan kerjasama tim.
Dalam Al Qur'an surat Al Ahzab
ayat 21 Allah berfirman:
لَّقَدْ
كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ
وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Masya Allah, great job, great teacher with great caracter so that has imitated by students and become a role model! baarakallaah fiik
BalasHapusHatur nuhun kana pamujina, mung moal bade 'asa kapuji' hehehe
HapusMirip judulnya dg punya saya pak di Kompasiana. Beda ulasan
BalasHapusKirim linknya bu
Hapus