Langsung ke konten utama

Tugas Guru Berat Tapi Hebat

 

Tugas Guru Berat Tapi Hebat

Oleh Asep Saepul Adha


Guru adalah sosok yang membimbing, menginspirasi, dan memberi pengetahuan kepada murid-muridnya. Mereka tidak hanya mengajar materi pelajaran, tetapi juga membangun karakter, membimbing dalam pengembangan diri, dan menjadi teladan bagi generasi mendatang.

Guru, sebagai garda terdepan dalam pendidikan, telah mengalami transformasi besar dalam perannya dari zaman dulu hingga sekarang. Perbedaan signifikan dalam tugas dan tanggung jawab mereka tercermin dalam konteks zaman di mana mereka bekerja.

Guru adalah manusia biasa yang diberi tugas dan tanggung jawab karena kelebihan ilmunya. Dulu, guru diberi gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Sekarang, guru diberi berbagai tanda jasa, seperti gelar "Gr." di belakang namanya dan tunjangan sertifikasi sebagai kompensasi dari mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru). Setelah mengikuti pelatihan untuk calon guru penggerak, seorang guru akan diberi gelar guru penggerak dan ditugaskan untuk mengajar guru lainnya agar mereka dapat masuk ke program merdeka mengajar. Setiap kegiatan yang dilakukan oleh guru penggerak, seperti latihan atau pelatihan, harus diunggah di media sosial seperti Facebook dan YouTube, sehingga mereka secara tidak langsung sekarang berprofesi ganda sebagai guru dan YouTuber. Bila memenuhi kriteria YouTube, alamat mendapat cuan tambahan.

Tugas guru sangat mulia, karena berkat jasa guru orang yang tadinya tidak bisa membaca menjadi bisa membaca, orang yang tadinya tidak bisa berhitung menjadi bisa berhitung dan orang yang tadinya tidak bisa menulis menjadi bisa menulis.

Sebagaimana disebutkan pada pembukaan tulisan ini, tugas guru adalah sebagai berikut :

1.   Membantu merubah nasib siswa

Tugas guru memang hebat, karena dengan melaksanakan tugas guru dengan baik (sesuai dengan kode etik guru) guru dapat membantu siswa meraih dan sekaligus merubah nasib siswanya.

Merubah nasib adalah tanggung jawab yang melekat pada diri masing-masing individu. Setiap orang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan meraih kesuksesan dalam hidupnya. Hal ini dijelaskan Allah di dalam kitab Al Qur’an Surat Ar Ra’du ayat 11 yang berbunyi

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ

Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.

Di sinilah peran penting guru yaitu sebagai jembatan siswa untuk meraih dan merubah nasib yang lebih baik. Dengan mendidik dan mengajar siswa, guru menjalankan salah satu tugas penting dalam membantu siswa merubah nasibnya. Melalui proses pendidikan, guru bukan hanya menyampaikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membimbing siswa dalam mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Guru memberikan dorongan, inspirasi, dan dukungan yang diperlukan agar siswa dapat mengenali dan memanfaatkan peluang yang ada di depan mereka.

Dengan memberikan pendidikan yang berkualitas dan mendukung, guru membuka pintu bagi siswa untuk meraih peluang yang lebih luas di masa depan. Mereka memberikan fondasi yang kokoh bagi perkembangan pribadi dan profesional siswa, membentuk karakter yang baik (akhlaq mahmudah yaitu jujur, disiplin, tepat waktu, berkeadilan), membantu mereka memperoleh kemandirian dan kepercayaan diri yang diperlukan untuk merubah nasib mereka menuju masa depan yang lebih cerah.

2.   Membangun karakter yang baik

Tugas membentuk karakter yang baik adalah manifestasi dari tugas kerasulan Muhammad SAW. dimana beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak umatnya. Di dalam sebuah hadits hadits yang diriwayatkan Bukhari, Baihaqi, dan Hakim, Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَکَارِمَ الْأَخْلَاق

Artinya : Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak

Di zaman sekarang, membangun karakter bisa jadi sulit karena kita dihadapkan pada banyak tantangan seperti pengaruh media sosial, tekanan dari lingkungan sekitar, dan ketidakpastian dalam perkembangan teknologi.

Ini adalah tantangan bagi guru di era digital, guru harus pandai beradaptasi dengan teknologi supaya guru bisa memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran. Melihat kecenderungan anak untuk gemar bermain game maka bila guru menguasai teknologi, guru bisa menciptakan game edukatif yang berisi tentang penanaman karakter, sehingga secara tidak langsung dengan bermain game siswa pun akan belajar tentang karakter.

Apakah akan berhasil membangun karakter hanya dalam waktu 6 tahun atau 3 tahun di tingkat SMP, kita harus mendidik siswa yang asalnya berkarakter kurang baik menjadi siswa yang berkarakter baik (jujur, adil, amanah, disiplin), sementara Rasulullah SAW membimbing dan mendidik umatnya agar berakhlak yang baik selama kurang lebih 22 tahun. Ya berusahalah soal hasil serahkan kepada Allah, bekerja dulu jangan langsung tawakal.

3.   Sebagai model atau contoh

Selain itu, guru juga berperan sebagai model teladan bagi siswa, memperlihatkan nilai-nilai positif seperti kerja keras, ketekunan, dan integritas yang diperlukan untuk meraih kesuksesan. Mereka tidak hanya membantu siswa untuk menguasai materi pelajaran, tetapi juga mengajarkan keterampilan hidup yang penting seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kerjasama tim.

Guru adalah sosok yang digugu dan ditiru karena mereka memiliki peran penting dalam membimbing dan menginspirasi generasi muda. Dengan pengalaman, pengetahuan, dan dedikasi mereka, guru memberikan contoh yang positif dan mempengaruhi perkembangan karakter serta potensi siswa, peribahasa terkenal yang sering kita baca dan dengar “Guru Kencing berdiri, murid kencing berlari”. Dalam konteks ini maka guru harus memberikan contoh yang baik, karena apa yang dilakukan guru akan ditiru oleh anak didik, terutama anda didik kelas rendah atau fase A.

Dalam Al Qur'an surat Al Ahzab ayat 21 Allah berfirman:

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.


Komentar

  1. Masya Allah, great job, great teacher with great caracter so that has imitated by students and become a role model! baarakallaah fiik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hatur nuhun kana pamujina, mung moal bade 'asa kapuji' hehehe

      Hapus
  2. Mirip judulnya dg punya saya pak di Kompasiana. Beda ulasan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tauhid, Akar dari Segala Ketenangan

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra’d: 28) Kebahagiaan sejati bukan sekadar tawa di wajah, melainkan keriangan yang tumbuh dari hati yang menghayati kebenaran. Ia hadir sebagai kelapangan dada yang lahir dari prinsip hidup yang teguh dan dijadikan pedoman dalam setiap langkah. Kebahagiaan juga bermuara pada ketenangan jiwa, ketika seseorang dikelilingi oleh kebaikan, melihat cahaya harapan dalam sekitarnya, dan merasakan kehadiran nilai-nilai yang meneduhkan. Maka, kebahagiaan bukan dicari di luar, tetapi ditemukan dalam kedalaman hati yang jujur, lapang, dan penuh syukur. Ada yang memiliki harta, tapi tetap gelisah. Ada yang meraih jabatan tinggi, tapi merasa hampa. Ada pula yang memiliki banyak teman, tapi hatinya terasa sepi. Mengapa begitu? Karena kebahagiaan sejati bukan terletak pada apa yang kita miliki, tetapi pada siapa yang menguasai hati kita. Dalam bu...

MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK

MEMBANGUN DIGITAL SPACE YANG AMAN UNTUK ANAK Flyer Pertemuan Ke-1 Literasi digital adalah pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki seseorang dalam menggunakan media digital secara bijak dan efektif, yang mencakup pemanfaatan berbagai alat komunikasi, jaringan internet, dan teknologi digital lainnya untuk mengakses, memahami, mengolah, dan menyebarkan informasi. Orang yang memiliki literasi digital yang baik mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, berpikir kritis terhadap konten digital, dan memiliki kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi secara efektif. Di era sekarang ini, teknologi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Kita tidak bisa lagi menghindar dari kemajuan teknologi yang terus berkembang pesat. Hampir semua aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, komunikasi, hingga layanan publik, telah terkoneksi dan mengalami digitalisasi. Teknologi hadir untuk memudahkan aktivitas kita, memberikan efisiensi, serta mem...

REST AREA

  REST AREA PERJALANAN MANUSIA Oleh Asep Saepul Adha   Rest Area KM456 (Pendopo)  Sumber : https://www.carmudi.co.id/journal/7-rest-area-terbaik-di-tol-trans-jawa/ Perjalan manusia menuju alam akhirat merupakan perjalanan panjang yang akan melewati beberapa alam. Diawali dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzah, sampai pada alam akhirat dengan tujuan akhit di surga atau neraka. Ketika manusia berada di alam dunia maka sesungguhnya baru mencapai separuh perjalan dan diibaratkan sedang mampir sebentar di Rest Area (meminjam istilah perjalan jauh lewat jalan tol) dan untuk melanjutkan perjalan berikutnya maka diperlukan mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya, karena ketika ruh kita dipisahkan dari raga (meninggal) maka berakhirlah waktu kita untuk mengumpulkan bekal. Mati adalah suatu keharusan ketika kita akan melakukan perjalan (masuk) ke alam Barzah (alam keempat) yang harus dilalui. Coba perhatikan " Rest Area " berikut R uh sudah menjadi bahasan sejak zama...